PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT(PKM) MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG TEMA: PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN DI PERUSAHAAN

Pada hari Sabtu, 12 Juni 2021. Di PT. Prasetya Buanameka Utama. Griya 354, Perumahan Japos Graha Lestari Jl. Gelatik No. 9, Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15223, dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Mahasiswa Universitas Pamulang. Acara diprakarsai oleh Ir. Adji Widodo, M.M. Dosen Prodi Manajemen dengan membawa 5 Mahasiswa M. Kasim, Nabila Apriliani, Nevilia Abidin Putri, Syahro Magfina, dan Vindi Anggraini.

Vindi Anggraini sebagai MC memulai membuka acara dan dilanjutkan sambutan oleh M. Kasim selaku ketua dari pelaksana PKM mengucapkan terima kasih kepada General Manager PT. Prasetya Buanameka Utama Bapak Fauzi Darmawan, S.Sos. dilanjutkan dengan mengucapkan terima kasih kepada audiens yang sudah hadir. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Ir. Adji Widodo, M.M. selaku dosen pembimbing, bahwa mahasiswa patut berbangga dapat melakukan Pengabdian Masyarakat di PT. Prasetya Buanameka Utama karena banyak informasi berharga mengenai pelatihan dan pengembangan karyawan.

Nevilia Abidin Putri Mahasiswi Program studi Manajamen pada paparan sesi pertama menyatakan bahwa pelatihan dan pengembangan adalah sebuah subsistem di dalam suatu perusahaan yang menekankan pada perbaikan kinerja individu. Perbedaan antara pelatihan dengan pengembangan karyawan adalah Pelatihan karyawan lebih dimaksudkan untuk meningkatkan penguasaan keahlian karyawan atas pekerjaan tertentu dan yang dia lakukan saat ini. Sedangkan pengembangan karyawan lebih pada penyiapan dirinya untuk menguasai keahlian baru. Tujuan dan manfaat dilakukanya pelatihan dan pengembangan karyawan yaitu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas, mengurangi waktu belajar karyawan, meningkatkan retensi karyawan, transfer keahlian dan kaderisasi, retensi karyawan yang positif, meningkatkan keterlibatan karyawan, menyiapkan pemimpin di masa depan, dan pemberdayaan karyawan.

Dan sesi kedua disampaikan oleh Syahro Magfina Program studi Manajemen, menyatakan dampak apabila tidak ada pelatihan dan pengembangan karyawan akan menimbulkan karyawan membuat kesalahan yang sama pada saat bekerja, hasil kerjanya menurun tidak memenuhi standar yang diinginkan, dan tidak dapat beradaptasi dengan hal yang baru. Untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan dapat dilakukan pelatihan dan pengembangan dengan cara menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, menentukan sasaran dan materi program pelatihan, menentukan metode pelatihan, dan mengevaluasi program. Untuk metode pelatihan dapat menggunakan cara pelatihan karyawan, coaching efektif dan mentoring kepimpinan.

Vindi Anggraini sebagai MC membuka sesi tanya jawab, lalu Bapak Fauzi Darmawan, S.Sos. bertanya “Kapan Perusahaan itu harus memulai mengadakan pelatihan karyawan untuk pengembangan kemampuan ?” lalu Nevilia Abidin Putri menjawab pertanyaan Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu solusi terhadap sejumlah problem penurunan kualitas kinerja karyawan tetapi pelatihan dan pengembangan bukanlah solusi utama yang dapat menyelesaikan semua persoalan organisasi, lembaga atau sebuah instansi. Tetapi mengarah pada peningkatan kinerja para karyawan atau tenaga kerja yang baik dan benar. Dan tujuan pelatihan dan pengembangan adalah untuk merubah sikap, perilaku, pengalaman dan performansi kinerja.

Selanjutnya, Febry Winston Malik bertanya “Apakah penting pelatihan dan pengembangan karyawan saat perusahaan tersebut hampir kolaps?” lalu Syahro Magfina menjawab Penting, karena perusahaan kecil atau besar bahkan hampir kolaps itu harus mengadakan pelatihan dan pengembangan, kecuali perusahaan tersebut sudah benar-benar kolaps dan sudah bangkrut. Dan pelatihan karyawan juga bisa dilakukan dengan program magang. Selain itu juga pelatihan atau training ini akan bermanfaat sekali bagi perusahaan maupun karyawannya. Dengan mengikuti sebuah training karyawan akan semakin bertambah pengetahuan dan kemampuannya sehingga perusahaan mampu untuk berkembang dan bersaing dengan kompetitornya.

Dilanjut dengan Bapak Ir. Adji Widodo, M.M bertanya “Dalam metode pelatihan ada yang namanya On Job Training dengan Off Job Training dan untuk perusahaan sendiri lebih efektif menggunakan metode pelatihan seperti apa?” lalu Syahro Magfina menjawab menurut saya pak, On Job Training. Kita ambil contoh program magang soalnya dengan program tersebut ini sejalan antara ilmu dan juga praktek. Ditanggapi oleh Bapak Fauzi Darmawan, S.Sos.menjelaskan kalau untuk metode pelatihan tergantung dari perusahaannya, untuk perusahaan saya sendiri lebih menggunakan Off Job Training karena saya mengutamakan akhlak dan kejujuran dibandingkan pengalaman. Dan memiliki semangat kerja yang tinggi serta mau untuk belajar, dan sistem di perusahaan saya juga diluar kantor atau di lapangan kerjanya jadi lebih langsung praktek ke lapangan daripada teori. Ditambahkan oleh Nevilia Abidin Putri benar pak karena untuk di era sekarang ini orang-orang lebih mudah memahami praktek daripada teori dan menurut saya lebih efektik. Dan Syahro Magfina menambahkan iya pak selain itu juga praktek lebih membuat kita tau seperti apa keadaan di lapangan dan untuk teori sendiri penting untuk menambah ilmu dan pengetahuan.

Selanjutnya, penjelasan dari Bapak Fauzi Darmawan, S.Sos. selaku General Manager menjelaskan bahwa pelatihan dan pengembangan di PT. Prasetya Buanameka Utama merupakan hal yang sangat penting, karena perusahaan tersebut bergerak di bidang konstruksi, sehingga pelatihan karyawan merupakan aspek yang penting untuk dilaksanakan agar mampu melakukan pekerjaan dengan teliti. Pelatihan kerja di PT. Prasetya Buanameka Utama bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan sehingga menjadi profesional dan mempunyai nilai yang tinggi.

Bapak Ir. Adji Widodo, M.M menambahkan bahwa Perusahaan mempunyai sistem yang berbeda dalam melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan merupakan suatu hal yang penting setiap Perusahaan.

sumber : https://univpamulang19.blogspot.com/2021/06/pengabdian-kepada-masyarakat-pkm.html